Thursday, June 9, 2016

Voluntrip? Voluntrip!!! (Day 2)

MI Al Khoeriyah, Desa Cintamanik, Cigudeg, Bogor
SABTU, 30 April 2016
Hari ini adalah hari H, hari yang menjadi tujuan kami melakukan perjalanan ke desa Cintamanik.
Setelah berjalan kaki kurang lebih setengah jam, akhirnya kami sampai di MI Al Khoeriyah. MI ini terkesan tenang dan damai sekali karena dikelilingi oleh lapangan hijau yang luas, sawah dan perbukitan di kejauhan. Tidak ada rumah penduduk di sekitarnya.
Pemandangan miris yang cukup mengganggu hati  terpampang nyata di depan mataku. Keadaan sekolah yang yah bisa kalian lihat bersama, hanya sebaris itu saja. Terdiri dari 3 ruang kelas, 1 ruang guru dan 1 aula di belakang ruang guru. Cat tembok yang terkelupas dan mulai tampak kusam, atap yang bolong-bolong, tidak ada papan tiang nama sekolah, tiang bendera, kaca-kaca jendelapun sudah tak lagi ada di bingkainya. Sungguh sangat berbeda dengan sekolah-sekolah yang biasa saya lihat di perkotaan.

 Lagi-lagi terlihat jelas sekali bagaimana tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Baik itu dilihat dari sarana prasarana, materi pelajaran ataupun SDMnya. Tidak perlu jauh-jauh untuk kita mencari daerah-daerah 3T di timur Indonesia, karena nyatanya di desa Cintamanik yang masih berada di wilayah Bogor, yang notabenenya hanya berjarak kurang dari 100km dari pusat pemerintahan Indonesia terdapat sekolah dengan kondisi memprihatinkan seperti di atas.
Ice breaking selagi menunggu persiapan upacara

Upacara dengan view yang masya Allah Indahnya
Kembali ke rangkaian acara. Setelah seluruh siswa berbaris di lapangan, para volunteers berinisiatif untuk mengajak main anak-anak dikarenakan persiapan upacara yang belum selesai. Anak-anak terlihat antusias sekali bermain bersama kami. kami pun tak kalah semangatnya. Seluruh volunteers maju berbaris di depan barisan anak-anak dan kami pun mempersembahkan poki-poki dance yang dipandu oleh Randy.
Setelah upacara, anak-anak dibagi berdasarkan kelas dan tibalah saatnya kami memulai kelas inspirasi. Aku, Imam, Ayu dan Indi memegang kelas 1. Anak-anaknya amat sangat pendiam dan pemalu sekali. Materi kami mulai dengan penjelasan singkat mengenai Indonesia. Lalu mulailah Imam memulai dongeng mengenai profesi. Acara ditutup dengan anak-anak menempelkan 'daun' yang berisi cita-cita dan impian mereka di pohon cita-cita yang telah disediakan.
Pohon Impian
 
Bersama anak-anak kelas 1 MI Al Khoeriyah



Pak guru Imam sedang mendongeng
Setelah kelas inspirasi selesai, anak-anak kembali dikumpulkan di lapangan dan dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari perwakilan masing-masing kelas. Aku dan Dita mendapatkan tanggung jawab menjadi pendamping kelompok 1 yang diketuai oleh Somad dari kelas 6. Game post to post terdiri dari 6 post permainan. Sayangnya hasil dari games kami tidak sesuai dengan yel-yel kelompok kami yang kurang lebih berbunyi "juara, juara, kelompok 1 pasti menang" karena kami cuma memenangkan 1 games dan itupun menang w.o karena lawannya tidak ada. hehehe

bersama kelompok games 1
Rangkaian acara pertama pun selesai. Para volunteers bersama-sama kembali ke rumah Bu Emeh untuk makan siang. Tepat jam 14:00 rangkaian acara kedua pun dimulai. Volunteers terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok 1 melakukan penyuluhan untuk anak-anak di dalam aula dan kelompok 2 melakukan aksi layanan sehat berupa pengobatan gratis untuk warga sekitar yang terdiri dari desa sarewu dan desa sireumpayak. Sebelumnya panitia dari DDV telah mebagikan 150 voucher pengobatan gratis.
 
Kupon ALS
Aku kebagian dalam kelompok 2. Awalnya sebagai petugas penimbangan berat badan, tetapi di tengah tugas ka Kanain Mhd memanggil saya untuk membantu menghandle keadaan di ruang pemeriksaan. Jadilah aku beralih tugas menjadi petugas pemanggil pasien. Semakin lama warga semakin banyak yang berdatangan, target awal 150 warga yang memiliki kupon telah terlebihi. Jadwal pengobatan yang seharusnya hanya berlangsung satu jam saja molor hingga hamper magrib. Selain pasien yang membludak, keterbatasan dokter yang hanya ditangani oleh Dita dan ka Lita pun menjadi kendala molornya acara ini.
Sumpah keadaan di ruang pemerikasaan itu hectic banget, banget. Banyak ibu-ibu yang membawa anaknya, lansia dan macam-macam lainnya. Belum lagi aku harus menghadapi beberapa warga yang memohon untuk nomor antriannya dimajukan dengan alasan yang beragam banyaknya. Untung aja Allah masih memberi aku kesabaran menghadapi bala-bala ibu-ibu rempong tersebut. hehe
Suasana di ruang pemeriksaan

No comments:

Post a Comment