Wednesday, June 8, 2016

Voluntrip? Voluntrip!!! (Day 1)



Setelah pertemuan pertama kali di tm tanggal 17 April, kel. 1 mulai melakukan diskusi via wa. Hmm diskusinya agak kurang oke sebenarnya karena ada beberapa yang unresponsif gitu. Dan pagi hari di hari H pun kami mendapat kabar bahwa salah 1 dari kami, yaitu Nurul batal ikut kegiatan ini. Jadilah kelompok 1 hanya terdiri dari 3 orang.
Foto bersama sebelum keberangkatan

Akhirnya hari yang dinanti- nanti pun tiba, hari Jum'at tanggal 29 April adalah hari keberangkatan kami. Meeting point di stasiun Bogor, pukul 16:00. Manusia boleh membuat rencana, tetapi Allah lah yang menentukan. Ada 2 diantara kami yaitu Ka Ajeng dan dede Fauzi yang sudah lama dinanti-nanti tetapi tetap tidak muncul-muncul juga. Setelah menunggu cukup lama, pak koor kami, Aa Fajar akhirnya memutuskan untuk kami berangkat saat itu juga. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 16:30.  Perjalanan kami menuju desa Cintamanik ini menggunakan 2 buah tronton.
Di daerah Dramaga kami berhenti untuk melaksanakan sholat magrib. Disinilah Fauzi yang berangkat dari Cianjur berhasil menyusul kami. Setelah selesai sholat magrib, kami melanjutkan perjalanan. Tetapi tronton 2 yang saya naiki berhenti lagi di suatu tempat untuk menunggu kedatangan ka Ajeng.
Alhamdulillah setelah adanya drama tersebut, kami sampai di SMK yang menjadi lokasi tidur kami di malam pertama pada pukul 21:30
Briefing
 
Setelah sampai dan menempati ruang kelas yang akan menjadi tempat istirahat kami malam itu, kami tidak langsung tidur. Semua masih sibuk menyiapkan bahan, entah itu untuk materi teaching di kelas ataupun materi penyuluhan. Lampu baru benar-benar padam saat waktu menunjukkan angka 23:00. Kami tidur di lantai dan tidak semua kebagian lantai yang dialasi karpet. Banyak diantara kami yang berusaha untuk tidur, tetapi apa daya mata tak dapat terpejam, termasuk saya. Suara bising salah satu teman kami yang mengigau pun, menjadi faktor utama badan ini tak dapat beristirahat. Akhirnya jam 2:30, saya, ka Sanya dan ka Marina memutuskan untuk memulai aktivitas mandi kami.
Sesaat setelah sholat subuh kami dikumpulkan untuk medapatkan pengarahan singkat dan siap memulai perjalanan menuju desa tempat MI pengabdian kami berada. Karena akses utama jalan desa tersebut tidak dapat dilalui mobil, seluruh relawan harus berjalan kaki kurang lebih 30 menit dengan membawa barang-barang pribadi dan perlengkapan bersama lainnya seperti tas dan papan tulis untuk donasi anak-anak disana.
Jalan berkerikil menuju desa Cintamanik

View di lapangan MI
 

No comments:

Post a Comment